Syarat Rumah Sehat



Sahabat, rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia disamping sandang, pangan dan papan. Rumah  adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana pembinaan keluarga. .Pada postingan kali ini saya ingin sedikit sharing tentang Syarat Rumah Sehat. Rumah yang kita ditempati  haruslah sehat, agar penghuninya dapat bekerja secara produktif. Konstruksi rumah dan lingkungan yang tidak memenuhi syarat kesehatan merupakan faktor risiko sebagai sumber penularan berbagai penyakit. Adapun sebuah rumah dikatakan sehat yaitu dapat memenuhi kebutuhan fisiologis, psikologis, mencegah penularan penyakit, dan mencegah terjadinya kecelakaan. Untuk lebih jelasnya mari kita simak penjelasan berikut ini

 1)   Syarat Fisiologis
        Rumah telah memenuhi kebutuhan fisiologis apabila penghuninya telah memperhatikan aspek pencahayaan, penghawaan, menghindari kebisingan, dan adanya pembagian ruangan dalam rumah.                
a.    Pencahayaan
Pencahayaan yang diperlukan untuk suatu ruangan di dalam rumah dapat berbentuk  cahaya alami  (sinar matahari) dan cahaya buatan (sinar lampu). 
b.    Penghawaan
Penghawaan untuk suatu ruangan di dalam rumahharus diperhitungkan aliran udara yang masuk dan kapasitas ruangan untuk suatu hunian atau jumlah udara yang diperlukan perorang yang tinggal didalamnya
c.     Kebisingan (Noise)
Tidak ada gangguan ketenangan akibat kebisingan baik yang bersumber dari luar maupun dari dalam rumah.
d.    Ruangan (space)
Tersedia ruang yang cukup untuk kegiatan bermain bagi anak-anak, dan untuk belajar di samping  ruangan utama untuk ruang tamu, ruang makan, ruang tidur,  dan sebagainya.

2)   Syarat psikologis
Untuk memenuhi kebutuhan psikologis dalam rumah, maka penghuni haruslah memperhatikan faktor-faktor dibawah ini
a.    Menjamin privacy
Tiap anggota keluarga terjamin ketenangan dan kebebasannya (privacy), sehingga tidak terganggu baik oleh keluarga yang lain, tetangga maupun orang yang kebetulan lewat diluar.
b.    Tersedianya ruang keluarga.
Ruang keluarga sangat penting untuk saling melepaskan kerinduan setelah setiap anggota keluarga melakukan aktivitas diluar rumah seharian.  Ruang keluarga adalah sarana untuk menjalin hubungan sosial maupun emosional keluarga.
c.     Lingkungan yang sesuai
Lingkungan pemukiman yang tidak sesuai dengan keadaan sosial penghuninya akan menimbulkan masalah secara psikologis. contoh tempat hunian real state  dibangun untuk  kalangan ekonomi menengah ke atas. Seseorang akan dapat memilih hunian mana yang sesuai dengan  kemampuan strata sosial keluarganya. Kesenjangan strata antar penghuni atau pemukiman akan menimbulkan rasa tidak nyaman.
d.    Tersedia sarana yang sifatnya memerlukan “privacy
Rumah dilengkapi dengan kamar mandi dan kloset sendiri. Tidak etis bila seseorang mandi atau berhajat di fasilitas milik tetangganya. Setidaknya tersedia sarana tersebut.
e.     Jumlah kamar tidur yang cukup
Jumlah kamar tidur disesuaikan dengan usia penghuninya. Usia di bawah 2 tahun boleh satu kamar dengan orang tua. Anak di atas 10 tahun harus di pisahkan antara laki-laki dan perempuan. Sedangkan anak umur 17 tahun ke atas diberikan kamar tersendiri.
f.     Mempunyai halaman yang dapat ditanami pepohonan atau taman.
 Disamping menimbulkan rasa keindahan juga untuk membersihkan udara dan menahan /melindungi pencemaran udara dari luar.
g.    Hewan peliharaan (pet) dibuatkan kandang tersendiri terpisah dari rumah. Untuk menghindari tertularnya penyakit zoonosis, ataupun keributan yang ditimbulkan oleh binatang kesayangan, sebaiknya dibuatkan kandang terpisah dari kamar yang biasa dihuni.
3)   Mencegah penularan penyakit
Rumah selain berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi dapat juga mempunyai peranan dalam penyebaran penyakit yang terjadi disekitar rumah yang mempunyai dampak buruk terhadap kesehatan penghuninya. Bagaiman agar rumah tidak menjadi sarang ataupun tempat terjadinya penularan penyakit. Simak uraikan berikut ini
a.    Tersedianya persediaan air bersih / air minum
Air bersih sangat diperlukan baik sebagai sarana pembersih maupun sebagai bahan untuk air minum . Penyediaan air bersih harus memenuhi syarat kualitas maupun kuantitas. Bebas dari vektor ataupun binatang pengerat
b.    Keadaan rumah maupun halaman serta lingkungannya menjamin tidak terdapatnya sarang vektor ataupun binatang pengganggu lainnya. Hal ini terkait  dengan konstruksi maupun keadaan dan kelengkapan fasilitas yang digunakan seperti adanya tempat penyimpanan sampah yang baik, kebersihan yang selalu terjaga dan sebagainya.
c.    Tersedianya tempat pembuangan tinja dan air limbah yang memenuhi syarat sanitasi
d.   Luas / ukuran kamar yang tidak menimbulkan suasana “crowded
Luas kamar minimum ukuran 2,5 m  3 m dengan ketinggian langit-langit 2,75 – 3 m. Sanitasi perumahan, khususnya yang menyangkut kepadatan penghuni kamar dan luas jendela berpengaruh terhadap timbul dan menularnya penyakit pneumonia. Sekalipun pencahayaan alami juga berperan penting dalam menekan kejadian penyakit dalam saluran pernafasan.
e.    Fasilitasuntuk pengolahan makanan / memasak dan penyimpanan makanan yang terbebas dari pencemaran maupun jangkauan vektor maupun binatang pengerat.
4)   Mencegahterjadinya kecelakaan
Sedangkan untuk mencegah terjadinya kecelakaan dalam rumah kita bisa menerapkan hal-hal berikut ini
a.    Adanya ventilasi di dapur. Untuk mengeluarkan gas seandainya terjadi kebocoran gas. Seandainya terjadinya terjadi kebocoran gas untuk memasak, maka akan segera diketahui dari baunya. Jangan sekali-kali menyalakan alat elektronika maupun lampu baik lampu minyak  atau listrik apabila diketahui ada kebocoran gas. Percikan api sekecil apapun akan memicu ledakan karena terbakarnya gas dalam suatu ruangan. Bukalah jendela agar gas segera dapat keluar dari ruangan
b.    Cukup intestitas cahaya, untuk menghindari kecelakaan seperti tersandung, Teriris / tersayat, tertusuk jarum waktu menjahit dan sebagainya.
c.    Jauh dari pohon besar, Bangunan rumah jauh dari pepohonan besar yang mudah tumbang atau runtuh.
d.   Garis rooi. Bangunan harus mengikuti garis rooi (garis sempadan). Jarak pagar dengan bangunan minimal  lebar jalan.
e.    Lantai yangselalu basah  (kamar mandi, kamar kecil) tidak licin, baik karena konstruksinya maupun pemeliharaannya.
f.     Bagian bangunanyang dekat api atau listrik terbuat dari bahan tahan api
g.    Cara mengaturisi ruangan / meletakkan barang. Pengaturan ruangan memberikan keleluasaan bergerak, terutama untuk keselamatan anak-anak.
Cara menyimpan bahan beracun. Hindarkan dari jangkauan anak atau kekeliruan pengambilan bahan pestisida, min yak tanah, deterjen, obat-obatan dan sebagainya.

Demikian artikel singkat tentang Syarat Rumah Sehat. Semoga bermanfaat. Jika Sahabat menyukai artikel ini. Silahkan klik like dan share dibawah ini. Terima Kasih.

Referensi
                         Sarudji, Didik, Kesehatan Lingkungan, Cv. Karya putra darwati,Bandung, 2010

                         Soemirat, Kesehatan Lingkungan Revisi, Gadjah Mada University press, Yogyakarta,                   2011



Belum ada Komentar untuk "Syarat Rumah Sehat"

Posting Komentar

Ady Water Jakarta

Penjelasan Pasir Silika/Kwarsa

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel