Kandungan Besi Dalam Air




Kandungan Besi Dalam Air. Besi (Fe) sering menjadi masalah dalam penyedian air untuk dibutuhkan rumah tangga terutama kalau sumbernya dari air tanah. Dalam tanah besi (Fe) sifatnya sukar larut. Selain penampilan tidak menyenangkan, air yang tinggi kandungan besi (Fe) mempunyai rasa yang tidak enak. Pada dasarnya besi dalam air dalam bentuk Ferro (Fe2+) atau Ferri (Fe3+). Hal ini tergantung dari kondisi pH dan oksigen terlarut dalam air. Pada pH netral dan adanya oksigen terlarut yang cukup, maka ion ferro yang terlarut dapat teroksidasi menjadi ion ferri dan selanjutnya membentuk endapan. Ferri hidroksida yang sukar larut, berupa presipitat yang biasanya berwarna kuning kecoklatan.

Penyebab utama tingginya kadar besi dalam air antara lain:
1. Rendahnya pH air, Air yang mempunyai pH < 7 dapat melarutkan logam termasuk besi.
2. Temperatur air, Kenaikan temperatur air akan meningkatkan derajat korosif.
3. Adanya gas-gas terlarut dalam air, Yang dimaksud gas-gas tersebut adalah O2, CO2, dan H2S. Beberapa gas terlarut tersebut akan bersifat korosif.
4. Bakteri, Secara biologis tingginya kadar besi terlarut dipengaruhi oleh bakteri besi yaitu bakteri yang dalam hidupnya membutuhkan makanan dengan mengoksidasi besi sehingga larut. Jenis ini adalah bakteri Crenotrik, Leptotrik, Callitonella, Siderocapsa, dan lain-lain.

Besi (Fe) merupakan logam yang terletak dalam golongan VIIIB dan periode 4. Besi (Fe) adalah salah satu elemen yang dapat ditemui hampir pada setiap tempat di bumi, pada semua lapisan geologis dan semua badan air. Ion Fe atau besi selalu di jumpai pada air alami dengan kadar oksigen yang rendah, seperti pada air tanah dan pada daerah danau yang tanpa udara.

Besi (Fe) ditemukan oleh John Martin pada akhir tahun 80-an dan awal tahun 90-an. Martin mengajukan hipotesis pada tahun 1990 bahwa pemupukan besi (Fe) di alam dapat menyebabkan perubahan iklim pada skala geologi.
Air hujan yang turun jatuh ke tanah dan mengalami infiltrasi masuk ke dalam tanah yang mengandung FeO akan bereaksi dengan H2O dan CO2 dalam tanah dan membentuk Fe (HCO3)2 dimana semakin dalam air yang meresap ke dalam tanah semakin tinggi juga kelarutan besi karbonat dalam air tersebut.

Konsentrasi besi terlarut yang masih diperbolehkan dalam air bersih adalah sampai dengan 0,1 mg/l. Besi (Fe) sebagian besar berasal dari kontaknya dengan tanah dan pembentukan batuan. Pada umumnya kandungan Fe berasal dari daerah di mana lapisan humusnya (top soil) agak tebal. Kandungan besi dalam air minum dapat bersifat terlarut sebagai Fe2+ atau Fe3+ tersuspensi sebagai butir kolodial atau lebih besar seperti FeO, dan yang tergabung dengan zat organic atau anorganik

Besi (Fe) juga berperan pelaksanaan transport oksigen dari paru-paru ke jaringan begitu pula dalam proses respirasi sel, pembentukan hemoglobin juga memerlukan adanya ion besi.
Aliran air tanah merupakan perantara goelogi yang memberikan pengaruh unsur
unsur kimia secara terus menerus terhadap lingkungan di sekelilingnya di dalam tanah. Lapisan lapisan tanah yang dilewati air mengandung unsure unsur kimia tertentu, salah satunya adalah persenyawaan besi. Besi (Fe) adalah elemen yang banyak di batuan dan merupakan salah satu elemen kimia yang dapat ditemui pada hampir setiap tempat di bumi, pada semua lapisan geologi dan semua badan air.

Kandungan unsur kimia dalam air sangat tergantung pada formasi geologi tempat air itu
berada dan formasi geologi tempat dilaluinya air. Sebagai Contoh, apabila selama
perjalanannya air melalui suatu batuan yang mengandung besi, maka secara otomatis air akan mengandung besi, demikian juga untuk unsurunsur yang lainnya. Besar kecilnya material terlarut tergantung pada lamanya air kontak dengan batuan. Semakin lama air kontak dengan batuan semakin tinggi unsurunsur yang terlarut di dalamnya. 

Kandungan unsur besi di air tanah, terutama di dalam air sumur banyak terjadi. Air tanah yang umumnya mempunyai konsentrasi karbondioksida yang tinggi dapat menyebabkan kondisi anaerobik. Kondisi ini menyebabkan konsentrasi besi bentuk mineral tidak larut (Fe3+) tereduksi menjadi besi yang larut dalam bentuk ion bervalensi dua (Fe2+).Konsentrasi besi pada air tanah bervariasi mulai dari 0,01 mg/l -25 mg/l Pada air permukaan jarang ditemui kadar Fe melebihi 1 mg/l, tetapi di dalam air tanah kadar Fe dapat jauh lebih tinggi. Konsentrasi Fe yang tinggi dapat dirasakan dan dapat menodai kain serta perkakas dapur.

 Pada air yang tidak mengandung oksigen seperti air tanah, besi berada sebagai Fe2+ yang cukup tinggi, sedangkan pada air sungai yang mengalir dan terjadi aerasi, Fe2+teroksidasi menjadi (Fe(OH)3), dimana (Fe(OH)3 ini sulit larut pada pH 6 sampai 8.Besi dalam bentuk ion Fe2+ sangat mudah larut dalam air. Oksigen yang terlarut akan mengoksidasi Fe2+ menjadi Fe(OH)3 yang merupakan endapan. Fe(OH)3 atau salah satu jenis oksida yang merupakan zat padat dan dapat mengendap.Besi yang terlarut dalam bentuk Fe2+ dalam air biasanya dihasilkan oleh pelepasan ion Fe2+dari bahan-bahan organik.
Kehadiran ion Fe 2+ yang terlarut dalam air dapat menimbulkan gangguan gangguan seperti :
a.Rasa dan bau logam yang amis pada air, disebabkan karena bakteri mengalami   degradasi.
b.Besi dalam konsentrasi yang lebih besar , akan memberikan suatu rasa pada air yang mengambarkan rasa metalik,
c.Menimbulkan warna kecoklat-coklatan pada pakaian putih.
d.Meninggalkan noda pada bak bak kamar mandi dan peralatan lainnya (noda kecoklatan disebabkan oleh besi).
e.Dapat mengakibatkan penyempitan atau penyumbatan pada pipa.
f.Endapan logan ini juga yang dapat memberikan masalah pada sistem
penyediaan air secara individu (sumur).

Demikian uraian tentang Kandungan Besi Dalam Air. Semoga Bermanfaat. 


Belum ada Komentar untuk "Kandungan Besi Dalam Air"

Posting Komentar

Ady Water Jakarta

Penjelasan Pasir Silika/Kwarsa

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel